Produksi Keripik Makin Banyak? Saatnya Beralih dari Potong Manual

Produksi Keripik Makin Banyak? Saatnya Beralih dari Potong Manual

Beralih dari Manual ke Mesin

Memulai usaha keripik memang bisa dilakukan dari dapur rumah. Namun, ketika pesanan mulai bertambah, proses memotong bahan satu per satu sering menjadi bagian yang cukup menyita waktu. Singkong, pisang, tempe, atau bahan lainnya harus diiris dengan ketebalan yang hampir sama supaya hasil akhirnya lebih mudah dikontrol. Kalau semuanya masih dikerjakan menggunakan pisau, pekerjaan bisa memakan waktu lebih lama, terutama saat jumlah bahan yang harus diproses sudah cukup banyak.

Di sinilah mesin perajang mulai terasa manfaatnya. Bukan berarti semua pekerjaan dapur harus diganti dengan mesin, tetapi untuk bagian yang dilakukan berulang kali, penggunaan mesin bisa membuat proses lebih praktis. Waktu yang biasanya habis untuk mengiris bahan bisa dialihkan ke pekerjaan lain, seperti menyiapkan bumbu, menggoreng, mengemas, atau menyiapkan pesanan. Bagi usaha yang produksinya sudah rutin, perubahan kecil seperti ini bisa cukup terasa dalam kegiatan sehari-hari.

Yang juga perlu diperhatikan adalah hasil irisan. Pada produk seperti keripik, ketebalan bahan berpengaruh pada proses penggorengan. Irisan yang terlalu tebal dan terlalu tipis dalam satu adonan bisa membuat hasil akhirnya tidak sama. Karena itu, memilih mesin sebaiknya tidak hanya berdasarkan kapasitas, tetapi juga melihat jenis bahan dan bentuk potongan yang memang dibutuhkan.

Satu Mesin untuk Berbagai Bentuk Potongan

Tidak semua usaha membutuhkan jenis potongan yang sama. Ada dapur yang setiap harinya membuat kentang goreng, ada yang membutuhkan potongan dadu untuk masakan, dan ada juga yang memproduksi kentang mustofa dengan bentuk serutan yang lebih halus. Kalau kebutuhan seperti ini berubah-ubah, mesin dengan pilihan potongan yang beragam akan lebih praktis digunakan.

Salah satu pilihan dari OSSEL adalah Pemotong Sayur Buah Multifungsi OS-807. Mesin ini menggunakan daya 200 Watt dan dapat digunakan untuk beberapa bentuk potongan, mulai dari kentang goreng berbentuk stik, potongan dadu, sampai serutan halus untuk kentang mustofa. Kapasitasnya mencapai 150 kg per jam, sehingga lebih cocok untuk kebutuhan produksi yang jumlahnya cukup banyak.

Penggunaannya juga tidak terbatas pada satu jenis usaha. Untuk katering atau restoran dengan menu yang berubah-ubah, variasi bentuk potongan seperti ini bisa cukup membantu. Sementara untuk usaha camilan, kemampuan memproses bahan dalam jumlah banyak dapat mengurangi pekerjaan potong yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Cocok untuk Dapur dengan Menu yang Beragam

OS-807 lebih masuk akal digunakan ketika kebutuhan potong di dapur memang beragam. Misalnya, dalam satu hari mesin digunakan untuk menyiapkan kentang stik, kemudian digunakan lagi untuk potongan dadu atau serutan kentang. Jadi, satu mesin dapat digunakan untuk beberapa pekerjaan tanpa harus menyiapkan alat yang berbeda untuk setiap bentuk potongan.

Untuk kebutuhan seperti ini, yang penting bukan hanya seberapa cepat mesin bekerja, tetapi apakah pilihan potongannya sesuai dengan menu yang dibuat. Karena itu, sebelum membeli, sebaiknya tentukan dulu bahan apa saja yang paling sering diproses dan bentuk potongan seperti apa yang dibutuhkan.

Andalan untuk Irisan Tipis dan Sama Rata

Kebutuhan berbeda muncul pada usaha yang membuat camilan dengan irisan tipis. Cireng chips atau kerupuk, misalnya, membutuhkan ketebalan yang cukup konsisten supaya proses penggorengannya lebih mudah dikontrol. Jika sebagian bahan terlalu tebal sementara bagian lainnya terlalu tipis, hasil akhirnya bisa berbeda.

Untuk kebutuhan tersebut, ada Mesin Perajang Pengiris Multifungsi OSSEL 200 Watt. Mesin ini ditujukan untuk bahan yang sudah memiliki tekstur cukup padat, seperti adonan cireng atau kerupuk yang sudah dikukus kemudian didiamkan hingga mengeras. Ketebalan irisannya dapat diatur mulai dari 0,8 mm, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan produk.

Mesin ini juga dilengkapi pendorong bahan. Fitur tersebut membuat proses memasukkan bahan ke bagian pemotongan lebih praktis, tanpa harus mendekatkan tangan ke area pisau. Untuk produksi yang dilakukan berulang kali, hal seperti ini cukup penting karena pengguna tidak perlu terus-menerus melakukan proses pemotongan secara manual.

Bisa Atur Ketebalan Mulai 0,8 mm

Kemampuan mengatur ketebalan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membuat produk dengan irisan tipis. Setiap produk bisa membutuhkan ukuran yang berbeda, sehingga pengaturan seperti ini memberikan ruang untuk menyesuaikan hasil potongan.

Pada Mesin Perajang Pengiris Multifungsi OSSEL 200 Watt, ketebalan dapat diatur mulai dari 0,8 mm. Jadi, mesin ini lebih ditujukan untuk kebutuhan yang memang membutuhkan irisan tipis, terutama ketika bahan yang digunakan sudah cukup padat dan perlu dipotong dalam bentuk yang lebih konsisten.

Pilihan 150 Watt untuk Keripik Pisang dan Singkong

Untuk usaha yang baru dimulai dari rumah, kebutuhan mesinnya bisa berbeda. Tidak semua orang membutuhkan mesin dengan fungsi yang banyak. Ada yang hanya ingin mempercepat proses membuat keripik singkong, ketela, tempe, atau pisang dengan bentuk potongan tertentu.

Untuk kebutuhan tersebut, OSSEL memiliki Mesin Perajang 2 in 1 150 Watt. Mesin ini memiliki dua lubang masuk untuk menghasilkan potongan berbentuk bulat atau memanjang, sehingga pengguna tidak perlu mengganti pisau setiap kali ingin mendapatkan bentuk potongan yang berbeda. Dengan daya 150 Watt, mesin ini dapat menjadi pilihan bagi usaha rumahan yang membutuhkan alat khusus untuk proses perajangan.

Mesin ini dapat digunakan untuk beberapa bahan seperti singkong, ketela, tempe, dan pisang. Khusus untuk pisang, sumber menyarankan menggunakan pisang yang masih keras atau muda agar bahan tidak mudah hancur ketika masuk ke bagian pisau. Hal sederhana seperti pemilihan bahan ternyata cukup berpengaruh terhadap hasil irisan.

Pilih Mesin Berdasarkan Bahan yang Diproses

Daripada hanya melihat ukuran mesin atau daya listriknya, lebih baik mulai dari kebutuhan produksi. Bahan apa yang paling sering dipotong? Apakah membutuhkan irisan tipis, bentuk stik, potongan dadu, atau serutan? Pertanyaan seperti ini akan membantu menentukan jenis mesin yang lebih sesuai.

Untuk bahan yang membutuhkan irisan tipis, Mesin Perajang Pengiris Multifungsi OSSEL 200 Watt dapat dipertimbangkan. Sementara untuk kebutuhan dengan beberapa pilihan bentuk potongan, OSSEL OS-807 menawarkan fungsi yang lebih beragam. Jika kebutuhan utamanya adalah membuat keripik dari singkong, ketela, tempe, atau pisang dengan dua pilihan bentuk potongan, Mesin Perajang 2 in 1 150 Watt bisa menjadi alternatif.

Biar Proses Produksi Lebih Praktis

Setiap usaha punya kebutuhan yang berbeda, jadi tidak ada satu mesin yang otomatis cocok untuk semua jenis produksi. Yang perlu dilihat justru bahan yang digunakan, bentuk potongan yang dibutuhkan, jumlah produksi, dan seberapa sering mesin akan dipakai.

Tiga mesin perajang OSSEL di atas memiliki fungsi yang berbeda. OSSEL OS-807 lebih cocok untuk kebutuhan potong yang beragam dengan kapasitas hingga 150 kg per jam. Mesin Perajang Pengiris Multifungsi 200 Watt ditujukan untuk irisan tipis pada bahan yang sudah padat, dengan pengaturan ketebalan mulai 0,8 mm. Sementara Mesin Perajang 2 in 1 150 Watt menawarkan dua pilihan lubang masuk untuk potongan bulat dan memanjang.

Jadi, sebelum menentukan pilihan, sesuaikan mesin dengan pekerjaan yang paling sering dilakukan. Kalau proses mengiris sudah mulai memakan banyak waktu setiap hari, penggunaan mesin bisa membuat alur produksi lebih sederhana dan tenaga bisa digunakan untuk pekerjaan lain. Untuk melihat detail spesifikasi dan cara kerja masing-masing mesin, kamu bisa mengecek website serta media sosial resmi OSSEL.

0 komentar

Berikan komentar